Tak pernah terbayang, suatu hal yang dari dulu paling sering kulakukan.Paling dekat dengan namanya teman satu marga (batak), bahkan mengimbangi dekat seperti saudara.Tapi, sangat sedih ketika semua itu lepas dari diri sperti kehilangan saudara sndiri.Diawali dengan seseorang yang menjadi mutual friend di salah satu situs sosial, hanya sepintas pertanyaan apakah aku kenal dengan mutual friend itu.Menjadi suatu komunikasi yang sangat sering kita lakukan, chatting, dan komen di situs sosial tersebut.Memang, tak terbayang juga kalau ini awal jadi persaudaraan yang sangat erat mengikat, ya yang namanya anugerah berupa kasih sayang, kita syukuri dan terima apa adanya.
Berangsur-angsur, ada juga momen mengarahkan ke suatu waktu pertemuan, hanya salah komunikasi dan salah arti akan apa yang diucapkan dan yang kuucapkan.Akhirnya terjadi pertemuan itu, hanya untuk makan sepotong daging, dan anehnya, daging yang dimaksud tak tau dimana
.Berangsur setelah pertemuan itu, membuat sering komunikasi dan bercanda tanpa ada yang dibatasi.Semakin enak dan semakin lepas untuk mengucapkan apa saja.Dalam hari-hari berikutnya, menemui momen kita menghadiri acara keluarga, aku diundang hadir dalam acara tersebut.Hal yang sangat menyentuh ketika aku dimasukkan dalam acara itu, dan aku menjadi anggota keluarga itu.Semenjak pertemuan itu, jadi awal kita sering bersama dan sering melakukan kegiatan bersama.
Hal yang paling sering dan membuat kesepian terusik dari diri adalah gereja bareng,hampir setiap minggu kita gereja bareng, duduk barengan, ngejekin orang, ngomentarin orang lain serasa kita paling sempurna.Thats so funny when we talk about someone and laugh, there someone will blushing
Berlanjut sepulang gereja, kita pasti makan malam.Baik dalam porsi berat, sedang dan kecil.Yang pasti, tak ada keluh kesah tak ada uang, hanya pengen menikmati dan berusaha membuat semua terasa enak.Pergi kemana-mana sesuka hati, sampai tuan rumah sering tidak nyaman akan kita bepergian.Tapi, jaminan keselamatan tetap kita jaga
itu yang membuat kita nekad melawan sang tuan rumah.
Keseharian, sepulang kerja menjadi hal yang sangat-sangat ditunggu.Karena disitu kita berbagi, bercanda.Saling ngejek ketika tidur sesuka hati di depan tivi, ada yang mangap, ada yang ngorok ada yang lasak, semua terkumpul dalam momen itu, dan mengantarkan ke jam 11 malam yang memaksaku pulang ke kost ku.Hari-hari yang paling indah, karena dihadirkan sesosok ibu seperti mamaku dirumah, yang selalu kucubit dagu nya, tidur dipangku nya… semua bisa kulakukan sesuka hati sperti kepada mamaku.I’m feel like home, and i’m home, cos i miss my mom and a mom can hug me like my real mom.
Sabtu, waktu yang ditunggu-tunggu.Karena hari itu bisa dilakukan menghabiskan waktu baik dirumah atau pergi kemana-mana tetap jadi hari yang indah.hari minggu, juga tetap kita nikmati, walau memang agak malas menghadapi senin yang jadi hari malas.Setiap hari, setiap waktu, hanya bercanda dan bertengkar yang jadi kebiasaan kita.Thats life, ak cukup mengerti kalau kadang kita berantam dan disitu kita semakin mengerti dan meresapi arti dari kebersamaan dan persaudaraan.Hingga pada akhirnya, ak sangat menyayangi dia sebagai saudaraku.
Aku selalu berusaha menjadi benteng yang kuat untuk menjaga dia dari semua hal yang bisa menjadikan kehancurannya, karena aku mau dia jadi yang terbaikku, dan tangisku akan menjadi tangis bahagia ketika ak memandang kesuksesannya.Ak selalu berusaha sebagai seorang komentator yang tanpa lelah ngoceh, berkomentar walaupun bukan sesuatu yang penting kukomentari, tapi keyakinan untuk menjadikan dia yang terbaikku, itu yang kuusahakan.Perubahan demi perubahan dibarengi komentarku, itu yang membuatku makin yakin dan senang dia lah hasianku
.Berbagai masalah, sampai hal tersakit juga telah kuterima, tapi itu tak seberapa dibanding rasa sayangku dan keinginanku menjadikan yang terbaikku.
Hingga saat ini, cita-cita dan rasa sayang telah dikembalikan dia kepada yang memberi,God save my love, please…. hanya itu yang membarengi airmata menahan rasa sayang untuk seorang saudara.thats true, love is a riddle……
Ferry Dingin Sinaga